BLANTERVIO103

Teks Anekdot : Pengertian, Ciri Bahasa, Struktur Isi, Makna Istilah Dan Pola Text Anekdot

Teks Anekdot : Pengertian, Ciri Bahasa, Struktur Isi, Makna Istilah Dan Pola Text Anekdot
4/24/2019
Teks anekdot tentu tidak aneh untuk anda yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah kejuruan atau SMA, anda niscaya pernah mempelari bahan ini, text anekdot tolong-menolong merupakan bahan kurtilas atau kurikulum 2013 yang dipelajari di kelas X untuk pelajaran bahasa indonesia.

Bagi anda yang ingin mendapatkan rujukan mengenai teks anekdot secara lengkap atau anda yang ingin mengingat kembali mengenai bahan teks anekdot dikarenakan lupa, maka disini saya akan ulas kembali mengenai teks anekdot secara lengkap.

 tentu tidak aneh untuk anda yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah kejuruan atau Sekolah Menengan Atas Teks Anekdot : Pengertian, ciri bahasa, struktur isi, makna istilah dan teladan text anekdot


Apa yang akan diuraikan di artikel kali ini diperlukan bermanfaat untuk anda baik anda sebagai guru, atau siswa, sehingga anda mampu memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui verbal maupun tulisan, juga anda sanggup dengan praktis menginterpretasi makna teks anekdotbaik secara verbal maupun tulisan

Sub pokok bahasan yang akan diuraikan di artikel kali ini meliputi:

  • Pengenalan struktur isi teks anekdot
  • Pengenalan ciri bahasa  teks anekdot
  • Pemahaman isi teks anekdot
  • Makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot
  • Pemahaman isi teks anekdot


Pengertian teks Anekdot

Untuk lebih memahami teks anekdot maka saya akan berikan anda citra sebagai berikut:

Anda niscaya pernah tersenyum bahkan tertawa ketika membaca atau mendengar sesuatu yang lucu atau hal yang menarik dan merupakan sindiran yang mungkin menggambarkan tragedi atau orang sebenarnya. Untuk lebih kenal dan erat lagi, mungkin anda kenal dengan istilah stand up comedy yang sering digelar di televisi. Nah, istilah stand up comedy ini juga sanggup dijadikan teladan yang mewakili konsep anekdot.

Anekdot adalah sebuah dongeng singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan tragedi atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar.

Anekdot bukanlah lelucon, sebab tujuan utamanya ialah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri. Anekdot terkadang bersifat sindiran alami.

Ciri Bahasa Teks Anekdot

Berdasarkan unsur kebahasaan maka teks anekdot mempunyai unsur kebahasaan yang khas yaitu
  1. Menggunakan kalimat yang menyatakan tragedi masa lalu,
  2. Menggunakan kalimat retoris, kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban,
  3. Menggunakan konjungsi (kata penghubung) yang menyatakan kekerabatan waktu ibarat kemudian, lalu, dan sebagainya,
  4. Menggunakan kata kerja agresi ibarat menulis, membaca, berjalan, dan sebagainya;
  5. Menggunakan kalimat perintah (imperatif sentence); dan
  6. Menggunakan (kalimat seru).
Khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat eksklusif sangat dominan.

Menganalisa Kaidah Kebahasaan teks anekdot

Untuk lebih memahami kaidah kebahasaan yang dipakai di dalam teks anekdot maka kita akan coba analisa untuk teks anekdot berikut ini untuk mendapatkan kaidah kebahasaan yang digunakan

Kisah pengadilan tindak pidana korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda mendapatkan lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” Saksi menatap keluar jendela seperti tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar bahwa Anda mendapatkan lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara. Saksi masih tidak menanggapi. Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” “Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir ia tadi berbicara dengan Anda.”

Anlisah kaidah kebahasaan teks anekdot di atas ialah sebagai berikut:
  • Kalimat yang menyatakan tragedi masa lalu : Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.
  • Kalimat retoris : “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa anda mendapatkan lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
  • Penggunaan konjungsi yang menyatakan kekerabatan waktu : Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”
  • Penggunaan kata kerja aksi : Saksi menatap keluar jendela seperti tidak mendengar pertanyaan.
  • Penggunaan kalimat perintah : “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”
  • Penggunaan kalimat seru : “Oh, maaf.”

Struktur isi teks anekdot 

Agar anda bisa menciptakan sendiri teks anekdot dan memahami teks anekdot secara mendetail, maka salah satu yang harus diperhatikan ialah struktur isi dari teks anekdot itu sendiri, berikut ialah makna istilah yang terdapat dalam struktur isi dari teks anekdot urutannya ialah sebagai berikut:
  1. Abstrak, yaitu kepingan awal teks anekdot yang berfungsi memperlihatkan citra perihal isi teks. Biasanya kepingan ini memperlihatkan hal unik yang akan ada di dalam teks. Abstrak sanggup disebut sebagai tahap pembukaan.
  2. Orientasi, yaitu kepingan tes yang memperlihatkan awal tragedi dongeng atau latar belakang suatu tragedi terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di kepingan ini. Orientasi ini berfungsi untuk membangun teks.
  3. Krisis, yaitu kepingan teks yang memperlihatkan hal atau problem yang unik dan tidak biasa yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan. Krisis dimaknai sebagai ketika terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan.
  4. Reaksi, yaitu kepingan teks yang pertanda cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menuntaskan problem yang yang timbul di kepingan krisis. Reaksi itu berkenaan dengan tanggapan.
  5. Koda, yaitu kepingan final dari dongeng unik tersebut yang menjelaskan simpulan perihal tragedi yang diceritakan oleh penulis. Koda sama dengan penutup.

Menganalisa Struktur isi teks anekdot

Untuk lebih memahami struktur isi teks anekdot maka saya akan berikan sebuah contoh teks anekdot kemudian akan kita analisa struktur isi teks anekdot tersebut sebagai berikut:


Pada suatu hari Tutut, anaknya soeharto lewat jalan tol di jakarta. Penjaga tol : “3000 rupiah”. Tutut yang emangnya ngga punya uang seribuan mengeluarkan uang 50rb rupiah lansung aja menyodorkan tuh. Penjaga tol : “Ini bu, kembaliannya.” Bu Tutut : “Sudah… simpan saja buat keluarga anda.” 

Penjaga tol merasa bahagia sebab mendapatkan 47rb rupiah dan eksklusif berterima kasih kepada Tutut. Setelah beberapa jam Tommy datang, melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuh anaknya Soeharto, ngga punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20ribuan. Penjaga tol: “ Ini pak, kembaliannya 17ribu.” Tommy: “Sudahlah, simpan saja buat sekolah anak anda.” Penjaga eksklusif memasukkan kembalian itu kekantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.

Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol. Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan kepenjaga tol. Soeharto menunggu 5menit, ditanyanya kepada penjaga tol. Soeharto :”Loh, mana uang kembalian saya?’ Penjaga tol:”Ah bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi bu Tutut dan pak Tommy lewat kembaliannya 47ribu dan 17ribu aja diberikan ke saya, masa bapak yang 2000 aja minta kembalian?” Soeharto: “Tunggu dulu masa!! Anda tau siapa Tutut dan Tommy?” Penjaga tol dengan cekatan menjawab:”Yah tahu pak! Pertanyaan praktis tho, terperinci Tutut dan Tommy tuh anaknya presiden” Soeharto:”Pintar kamu, tahu mereka anak presiden.Nah sedangkan saya kan anak petani!! Sekarang, mana kembalian saya?” Penjaga Tol: “!%$%?”


Teks anekdot di atas kalau dianalisa maka akan di sanggup struktur teks anekdot sebagai berikut:
  1. Abstrak : Pada suatu hari Tutut, anaknya Soeharto lewat jalan tol di Jakarta.
  2. Orientasi : Tutut yang tidak mempunyai uang ribuan eksklusif saja menyodorkan uang 50 ribu rupiah dan memperlihatkan uang kembaliannya kepada penjaga tol.
  3. Krisis : “Ah bapak, masa uang 2000 rupiah saja dibalikin, Bu Tutut dan Pak Tommy lewat kembaliannya 47ribu dan 17ribu saja diberikan kesaya, masa bapak yang 2000 aja diminta kembaliin.
  4. Reaksi : Penjaga tol dengan cekatan menjawab “Yah tahu pak! Pertanyaan praktis toh, terperinci Tutut dan Tommy tuh anak presiden”
  5. Koda atau epilog : “Pinter kamu, tahu mereka anak presiden, nah sedang saya cuma seorang anak petani! Sekarang, mana kembalian saya?”

Contoh teks anekdot

Berikut teladan teks anekdot lainya yang bisa anda analisa baik kaidah kebahasaannya maupun struktur isi dari teks anekdot.

KUHP DALAM ANEKDOT
Seorang dosen fakultas aturan suatu universitas sedang memberi kuliah aturan pidana.
Saat tiba sesi tanya jawab Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP, Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya pada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba coba dijawab pertanyaan saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak...!”

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu tanggapan itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris menyampaikan „Pengalaman ialah guru yang terbaik‟ begitu, Pak!” semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3612692724025099404