BLANTERVIO103

Algoritma Percabangan (1,2, 3 Kondisi, Percabangan Bersarang Dan Pola Kasus)

Algoritma Percabangan (1,2, 3 Kondisi, Percabangan Bersarang Dan Pola Kasus)
1/17/2019
Algoritma percabangan yaitu salah satu arahan dalam algoritma yang dipakai untuk memperlihatkan pilihan kepada agenda perintah mana yang harus diproses dan perintah mana yang harus dilewati sesuai dengan kondisi yang diberikan.

Algoritma percabangan terkadang diharapkan untuk kasus-kasus tertentu, alasannya yaitu pada kenyataannya alur pemrosesan kode agenda tidak selamanya berurutan dari baris arahan satu ke baris arahan lainnya, namun terkadang agenda perlu diatur semoga sanggup meloncat pada baris arahan tertentu sesuai dengan kondisi yang terpenuhi.

Di dunia bahasa pemrograman atau algoritma, arahan semoga alur proses agenda sanggup loncat menuju baris arahan tertentu sesuai dengan kondisi yang diberikan, itu disebut dengan arahan percabangan, pemilihan atau flow control.

Di dalam algoritma, arahan percabangan dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu, percabangan 1 kondisi, percabangan 2 kondisi, percabangan 3 kondisi, percabangan lebih dari 3 kondisi dan percabangan bersarang.

Untuk lebih memahami logika dari algoritma percabangan, baik percabangan  1 kondisi, 2 kondisi, 3 kondisi maupun percabangan bersarang, maka di artikel kali aku akan coba kupas tuntas mengenai algoritma percabangan disertai dengan referensi masalah lengkap, baik kasus-kasus khusus, maupun referensi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Algoritma Percabangan (1,2, 3 kondisi, percabangan bersarang dan referensi kasus)

Algoritma percabangan biasanya memakai instruksi 

IF (Kondisi1) THEN
      pernyataan 1
ELSE IF (Kondisi 2) THEN
      pernyataan 2
ELSE IF (Kondisi 3) THEN
      pernyataan 3
ELSE
      pernyataan 4
END IF

Untuk Kondisi ke 1 cukup memakai arahan IF (Kondisi 1) THEN, sedangkan untuk kondisi 2 dan seterusnya selain kondisi terakhir, maka memakai ELSE IF (Kondisi N) THEN, sementara untuk kondisi terakhir cukup memakai ELSE saja.

Memahami Apa itu IF THEN ELSE ?
IF sanggup diartikan sebagai (JIKA), sedangkan THEN sanggup anda artikan dengan sebutan MAKA, sedangkan ELSE dapa anda artiken sebagai (JIKA BUKAN / SELAIN ITU).

Memahami Apa itu Kondisi ?
Kondisi, umumnya akan membandingkan 2 buah operan dengan memakai operator aritmatika  seperti:
  • > (lebih besar)
  • < (lebih kecil)
  • >= (lebih besar atau sama dengan)
  • <= (lebih kecil atau sama dengan)
  • == (sama dengan)
  • <> (tidak sama dengan)

Contoh :
IF( nilai >=80) THEN
   write("LULUS")
ELSE
   weite("GAGAL")
END IF

Instruksi di atas kalau diterjemahkan adalah, IF="jika nilai lebih besar atau sama dengan 80, maka cetak kata LULUS", ELSE="jika tidak (artinya nilainya lebih kecil dari 80) maka GAGAL".

Yang diberikan warna merah tebal itu yaitu bab kondisi, dengan operan nilai dan angka 80, sedangkan operator yang dipakai yaitu >= (lebih besar atau sama dengan), harap diingat kondisi biasanya selalu membandingkan 2 buah operan dengan operator artimatika.

Semoga dengan uraian singkat di atas anda punya citra apa itu percabangan.


Algoritma percabangan 1 kondisi

Algoritma percabangan 1 kondisi yaitu algoritma percabangan yang hanya menggunakan1 kondisi atau ketentuan saja, kalau kondisi terpenuhi maka arahan akan diproses, kalau tidak terpenuhi maka akan dilewat atau diloncati.

Contoh:
Algoritma untuk memilih usia balita, kalau usia lebih kecil atau sama dengan 5 tahun maka balita.

Pseudocode:

program cek_usia
deklarasi
      var usia:integer
algoritma
    read(usia)

    IF(usia <5) THEN
          write("BALITA")
    ENDIF

Pada referensi di atas usia diinput oleh pengguna, usia kemudian dicek, kalau usia lebih kecil dari lima maka cetak goresan pena "BALITA" sedangkan kalau tidak maka arahan write("BALITA") akan dilewati.

Algoritma Percabangan 2 kondisi

Algoritma percabangan 2 kondisi yaitu algoritma untuk memecahkan masalah yang hanya memakai 2 ketentuan saja.

Struktu percabangan 2 kondisi yaitu sebagai berikut:

IF (Kondisi 1) THEN
      pernyataan 1
ELSE
      pernyataan 2
ENDIF

Contoh algoritma 2 kondisi:
Algoritma untuk memilih Lulus dan Tidak Lulus nilai siswa, dengan ketentuan:
1. Jika nilai >=75 maka lulus,
2. Jika tidak  (nilai <75 maka tidak lulus)

Jawab:

program kelulusan
deklarasi
    var nilai:integer
algoritma:
    read(nilai)

    IF (nilai >=75) THEN
          write("LULUS")
    ELSE
          write("TIDAK LULUS")
    ENDIF


Atau Kasus di atas sanggup juga ditulis menyerupai di bawah ini:

program kelulusan
deklarasi
    var nilai:integer
algoritma:
    read(nilai)

    IF (nilai <75) THEN
          write("TIDAK LULUS")
    ELSE
          write("LULUS")
    ENDIF


Untuk 2 kondisi, maka algoritma akan melibatkan arahan percabangan IF (kondisi) THEN..... ELSE......, artinya kalau 2 kondisi maka  instruksi  kata IF hanya 1 jumlahnya lainnya memakai kata ELSE.

Algoritma Percabangan 3 Kondisi

Algoritma tiga kondisi merupakan algoritma yang sanggup dipakai untuk memecahkan masalah yang mempunyai 3 kondisi.

Untuk algoritma 3 kondisi maka strukturnya adalah:

IF (kondisi 1) THEN
      pernyataan 1
ELSE IF(kondisi 2) THEN
      pernyataan 2
ELSE
      pernyataan 3.
ENDIF


Untuk kondisi pertama selalu memakai IF (Kondisi 1) THEN, sedangkan untuk kondisi kedua dan seterusnya selain kondisi terakhir, memakai ELSE IF (kondisi n) THEN, dan untuk kondisi terakhir memakai ELSE saja.

Contoh algoritma dengan 3 kondisi:
Algoritma untuk mencari nilai dalam bentuk aksara A,B atau C, dengan ketentuan
1. Jika nilai >80 maka nilai A
2. kalau nilai >=70 dan <=80 maka B
3. selain itu (nilai <70) maka C

Jawab:
program cari_nilai
deklarasi
      var nilai:integer
algoritma
      read(nilai)
      IF(nilai>80)THEN
            write("A")
      ELSE IF(nilai>=70 AND nilai <=80) THEN
            write("B")
      ELSE
            write("C")
     ENDIF


Algoritma lebih dari 3 kondisi

Kondisi dalam algoritma sanggup lebih dari 3 kondisi, strukturnya akan selalu sama, untuk kondisi pertama maka memakai IF (kondisi 1) ELSE...., sedangkan untuk kondisi ke 2 dan seterusnya selain kondisi terakhir yaitu memakai ELSE IF (kondisi n) THEN....., sedangkan untuk kondisi terakhir gres menggunaakn ELSE....saja.

Format untuk algoritma 3 kondisi atau lebih yaitu sebagai berikut:

IF(Kondisi 1) THEN
     pernyataan 1
ELSE IF(Kondisi 2) THEN
     pernyataan 2
ELSE IF (kondisi 3) THEN
     pernyataan 3
ELSE IF(kondisi 4) THEN
     pernyataan 4
...
...
...
...
...
ELSE IF(kondisi N) THEN
     pernyataan N
ELSE
     pernyataan terakhir
ENDIF


Contoh algoritma lebih dari 3 kondisi sama halnya dengan 3 kondisi di atas, namun ketentuannya lebih dari 3. sanggup 4, 5 dan seterusya.

c. Algoritma Percabangan Bersarang

Algoritma percabangan bersarang merupakan bentuk algoritma percabangan dimana pada setiap setiap pernyataan untuk kondisi IF di dalamnya terdapat Instruksi IF Lagi.

Algoritma percabangan bersarang artinya di dalam IF terdapat IF lagi.

Struktur algoritma percabangan  bersarang yaitu sebagai berikut:

IF(Kondisi a) THEN
      IF(kondisi x)THEN
            pernyataan 1
      ELSE  IF
            pernyataan 2
      ENDIF
ELSE
     pernyataan b
ENDIF

Intinya algoritma percabangan disebut percabangan bersarang kalau di dalam percabangan ada percabangan lagi, banyak yang menyebut juga dengan sebutan di dalam IF ada IF lagi.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3612692724025099404